
Nike+Apple
Baca judul aja dah mikir iklan nih, tapi tenang! tanpa bermaksud jadi marketingnya N+, saya cuman ingin sharing betapa canggihnya program mereka meracuni saya.
Beberapa tahun lalu, lari ato jogging merupakan momok yang begitu memalaskan buat aku. Jangankan lari ato jogging, jalan kaki beberapa puluh meter saja sudah mengeluh. Apalagi jaman masih sekolah dulu, ketemu pelajaran olahraga pasti ada saja tes lari, mo 12 keliling atau 12 menit. kalau sudah begitu palingan kongkalikong ama teman biar bisa dapat putaran lebih demi sebuah nilai (entah pengaruhnya banyak atau tidak).
Namun sekarang, lomba lari saja saya tunggu-tunggu. Keadaan yang berubah drastis tentunya. Bukan masalah lari berapa lama saya lari lagi, tapi berapa jauh saya bisa berlari. Mau tau ada apa yang terjadi?

nikeplus 2008
Pertama kali kenal sama teknologi ini sekitar tahun 2008, waktu itu sedang tergila-gila dengan iPod. Dari hasil tabungan kebeli juga yang namanya iPod Touch v.1, ipod tercanggih yang pernah ada di muka bumi ini! Ketika itu hasrat untuk memulai hidup sehat dengan teratur berolahraga sedang tinggi-tingginya. Kesampaian mencoba teknologi ini ketika berhasil mengupgrade iPod Touch menjadi second edition (bukan bekas lho).
Terus apa hubungannya demen lari ama nike+? Hubungannya adalah terciptanya komunitas pencinta lari dan saya pun tertular. Ini terjadi setelah nike+ merubah webnya lebih user friendly menurut saya.

- sepatu nike+
Yang dibutuhkan dalam berlari ala N+ adalah sepatu, ipod/iphone, dan nike+ ipod sensor yang bentuknya orange-putih itu.
Sebenarnya sensor cocok untuk produk sepatu nike+ yang bagian bawah kaki sebelah kiri ada slot untuk menyimpan. Harga sepatu jenis ini bisa dipastikan diatas setengah juta hingga jutaan rupiah. Bukan barang yg cocok untuk seorang mahasiswa tentunya. Untuk menyiasatinya, sensor diselipkan di kaus kaki atau disela2 dalam sepatu. Selama saya siasati dengan hal ini, kadang-kadang perhitungan lari tidak akurat. Ini salah satu yang membuat saya malas lari (lho?). Motivasi yang tercipta disini adalah saingan untuk lari sejauh mungkin.
Nah saingannya siapa? tentunya yang saya cari para N+ mania di Indonesia, saya menemukan kategori indonesia pada pertengahan 2009. Cukup banyak yang bergabung disini termasuk beberapa senior kampus jaman baheula yang ikut teracuni.
Sapa yang bisa tebak kemampuan lari saya sekarang? dari statistik yang dihimpun alat canggih ini, jarak terjauh yang bisa saya tempuh tanpa berhenti adalah 16 KM, kira-kira itu pulang pergi rumah ke kampus lah. Untuk kecepatan rata2, 1 km bisa saya tempuh dalam 5 menit, jadi kalau 10 km bisa ditempuh kurang dari sejam.

okt'08-okt'09

Okt'09-Jan'10
Jadi motivasi sepertinya terlihat sejak Oktober’09.
Akhir dari opini saya, lari itu sehat dan murah! modal celana dalam saja sudah bisa lari. Modal kamar mandi 2×2 saja juga sudah bisa lari ditempat. So lari ga harus mahal. Tips untuk memulai lari
- Tidak ada kata terlambat untuk berlari, tua-muda bisa melakukan hal ini
- Sebaiknya beli sepatu untuk lari, karena sangat membantu kenyamanan
- Coba mulai rutin, minimal 3 kali dalam seminggu
- Mulailah lari dengan berjalan.
- Jangan berlari 2 hari berturut2 pada bulan pertama, beri jeda waktu untuk membiasakan tubuh anda.
- Fokus pada waktu dulu bukan jarak.
- Cari teman untuk membantu motivasi anda.
Pada program lari saya bisa turun mencapai 5 Kg, tapi yang dibutuhkan dari sini adalah konsistensi dalam berlari. Masih penasaran tentang cara berlari baik dan benar? comment donk!
HOH O_O
canggih banget ni alat…baru tau ada yang kayak gini… biasa lari di mana gaw? jangan bilang selama ini lari di kamar aja yang 2×2 dan pake CD + spatu doang
wah si nissa, kepikir kesana! tapi ga salah kayanya klo dicoba! jikakak
bukan kepikiran, orang kamu sendiri yg nulis haha. jangan lah, masuk angin atu.
mau ga turun 5 kg mah, sayangnya gw baru aja keilangan sepatu lari gw. Jakarta oh jakarta
gw masih inget sepatu lu jaman kuliah mam! dah ganti kan?
hahaha itu yang lari 12 menit trs kongkalikong sama temen nyepet bgt lah, gaw! hahahaha =))